Ridwan Abdul Goni in Facebook

26 Juni, 2009

Dauroh Mentoring






"Siapakah yang paling baik ucapannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata : Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri".
(QS. Fushilat : 33)

inilah para calon du'at UPI Kamous purwakarta yang sedang melaksanakan dauroh mentoring di SDIT Al-Bina, Purwakarta. Mereka dibina supaya bagaimana menjadi da'i dan da'iyah yang bermanfaat bagi bangsa dan negara khususnya untuk dakwah di Purwakarta.
menyeru kepada agama Allah, meyakinkan mereka denganya menjadi orang-orang yang patuh terhadap hukum Allah merupakan media bagi tegaknya bangunan masyarakat islami, dan merupakan jalan untuk mewujudkan kehidupan islami serta yang tanpanya alam kemanusiaan tidak akan merasakan indahnya keadilan.

berbagai kerusakan telah tersebar didaratan dan di lautan, bangsa-bangsa di dunia banyak mengeluh tentang kondisi dan nasib buruk. Mereka senantiasa diganggu oleh kegelisahan tentang ketidak menentuannya hari esok dengan adanya berbagai kejadian atau peristiwa yang menguras pemikiran para ulama dan memusingkan para "syetan" politik, sementara tindak kekerasan dan peperangan yang begitu buas muncul pada saat umat manusia membutuhkan dakwah islam yang bersih guna menghadapi bahaya yang mengancam umat. ia adalah suatu kewajiban karena sesuatu yang tanpanya suatu kewajiban tidak sempurna. Maka sesuatu tersebut menjadi wajib.

Oleh karena itu, dalam acara dauroh mentoring ini diharapkan mencetak da'i-da'i yang ikhlas terhadap rabbnya, da'i yang jujur terhadap dirinya yang mengetahui tentang syariah, tentang realita umatnya dan siap untuk berjuang membela agama.

Dalam cuplikan ayat Al-Qur'an di atas, surat Fushilat ayat 33 menunjukan sanjungan dan pujian untuk para da'i karena tidak ada seorang pun yang lebih baik perkataanya dibandingkan dengan para da'i. Bahkan ibnu Qoyyim Al-Jauziyah berkata : "Kebutuhan manusia kepada syariat(agama) lebih besar daripada kebutuhan mereka terhadap nafas, apalagi kepada makan dan minuman. Karena ujung takdir dari hilangnya nafas adalah matinya badan, sedangkan takdir dari hilangnya syariat adalah rusaknya ruh dan hati secara bersamaan, dan itu merupakan kehancuran abadi. Alangkah jauhnya perbedaan kerugian antara dua hal tersebut.

SAHABATKU..........

Kita lihat umat sekarang ini telah benar-benar terjerumus ke dalam kondisi yang benar-benar dikhawatirkan oleh Rasulallah SAW. Yaitu sebagian kaum wanita telah benar-benar melampaui batas, mereka keluar rumah untuk bepergian dengan aurat terbuka. Sebagian pemuda menjadi fasik yang membuat sebagian mereka keluar dari kaidah islam. Jihad pun ditinggalkan sehingga musuh-musuh gemas terhadap umat islam dan memerangi di rumah mereka sendiri.

Amar ma'ruf dan nahyi munkar ditinggalkan, sehingga kerusakan merebak di muka bumi. Contoh-contoh di atas banyak sekali terjadi pada masyarakat kita dewasa ini. Kita melihatnya dengan mata kepala sendiri. Kebanyakan orang-orang saleh hanya menyikapinya sebagai penonton, yang terucap dari lidahnya tidak lebih dari kalimat istigfar.

Kerusakan telah menyebar, merambah kepada setiap orang. Orang baik, orang buruk, tua, muda, kaya-miskin, saleh dan salah. Pada kondisi yang demikian ini, para da'i dituntut untuk mengevaluasi kinerjanya.agar memperbarui semangat , mengikhlaskan niat dan membulatkan tekad untuk melakukan perubahan terhadap perjalanan hidup manusia dan mengarahkannya dari situasi buruk menjadi baik, dari kondisi baik menjadi lebih baik lagi.

Dauroh mentoring yang kita adakan semoga menjadi sebuah solusi bagi permasalahan-permasalahan yang terjadi di negeri ini, khususnya di kampus UPI purwakarta dalam mencetak para da'i yang mampu membawa ruh kebaikan dan perubahan kepada orang-orang yang dikehendakinNYA.

Dengan keikhlasan hati yang bersih, jiwa yang suci marilah kita semua menyerahkan diri untuk agama dan rela berkorban demi kejayaanya. Semoga Allah mengubah kondisi umat ini menjadi lebih baik,jaya dan menang. Sesungguhnya Allah maha kuasa atas segala sesuatu.

Ridwan Abdul Goni

1 komentar: